Nikmatnya ilmu pengetahuan... "Kebodohan merupakan tanda kematian jiwa, terbunuhnya kehidupan dan membusuknya umur" Jangan pernah berhenti untuk belajar..
Jumat, 04 Maret 2016
Pergilah, Karena Aku Mulai Mencintaimu
Entah darimana rasa itu datang, kapan menghampiri dan tidak mau pergi. Tiba-tiba ada rasa yang datang dari komunikasi yang biasa, dari pembicaraan yang sederhana. Mulanya kita hanya saing memandang, terpaku sebenatar tanpa mengeluarkan kata, menundukan pandangan dan berlalu. Tapi aku kaget saat menerima pesan pertama dari mu, senang bercampur malu. Dan dari sanalah percakapan kita berawal.
Mulai menanyakan hal-hal yang sederhana sampai bercerita tentang keseharian yang menyenangkan. Kadang ada cerita duka yang aku bagi dengan mu, dan kau setia mendengarkannya. Kadang ada rasa kesal yang aku luapkan pada mu, tapi kau hanya tersenyum dan mencoba menghibur ku dengan candaan-candaan kecil.
Pernah sekali aku menangis saat menghubungi mu, tapi kau masih sabar mendengarkan segala keluh kesah ku. Dan aku baru tau kalau malam itu kamu harus belajar untuk ujian besok, tapi dengan tenangnya kamu menenangkan ku dan menghiburku dengancara yang unik.
Tapi rasa ini mulai tidak wajar, kenapa saat mendengar nama mu diriku selau tersenyum dan jantungku berdebar kencang. selalu ingin mengetahui apa yang sedangkau kerjakan di dunia nyata dan kau bagikan di dunia maya. Waktuku menjadi sepi jika tidak ada kabar dari mu, dan etah kenapa diriku mulai nyaman dengan kehadirian diri mu..
Pergi lah, ku mohon. Rasa ini datang pada saat yang belum tepat. Aku takut kita akan saling menyakiti, karena terjalin dalam hubungan yang tidak halal. Bukan cinta yang akan bersemi, tapi nafsu yang berbalut keindahan dunia. Menggoda kita dengan kesenangan dan melupakan kewajiab-kewajiab kita. Aku tidak mau mengganggu mu dan menggoyahkan imanmu. Sedikit pun aku tidak mau menjadi jalan syetan untuk menjerumuskan dirimu ke api neraka.
Jika saatnya telah tiba dan kita ditakdirkan bersama. Disitu kita akan merasa yakin jika doa itu nyata dan cinta sejati akan membawamu ke surga. Biarlah hati ini merasa sakit untuk sebentar, dan menyibukan diri dengan tugas-tugas yang ada. Karena hadir mu di saat yang tepat akan menjadikan penantian menjadi suatu saat yang dirindukan. Aku tidak akan pergi, jika kau sudah siap segera temui ayah ku..
Kamis, 03 Maret 2016
La Tahzan: Pergilah, Karena Aku Mulai Mencintaimu
La Tahzan: Pergilah, Karena Aku Mulai Mencintaimu: Entah darimana rasa itu datang, kapan menghampiri dan tidak mau pergi. Tiba-tiba ada rasa yang datang dari komunikasi yang biasa, dari pembi...
Jika Dia Jodohku, Jaga Dia Dalam Kebaikan Dan Pertemukan Kami Di Waktu Yang Tepat
Sendiri dalam penantian, menyepikan hati hanya untuk seseorang yang pantas untuk menempati. Dia yang berani setia, tidak hanya sekedar mengumbar kata-kata bahagia tanpa berani untuk menentukan hari dimana kita dipersatukan. Dipersatukan dalam suatu hubungan yang halal, hubungan dua anak manusia yang berbeda latar belakang.
Jika dia jodohku, jaga dia dalam kebaikan dan pertemukan kami di waktu yang tepat. Waktu dimana kita berdua benar-benar siap dan mantap untuk mempunyai status baru. Tidak lagi tergantung dengan adanya orangtua dan tanggung jawab hidup akan kita pikul bersama.
Jagalah kami dalam kebaikan, tak apa saling berharap dan saling menjauhi. Karena jodoh tidak harus selalu bersama sebelum kepelaminan. Sibukan kami dalam kebaikan sehingga kami siap dan lupa lamanya penantian. Penantian yang kadang memberikan keraguan dan hilangnya kepercayaan kalau kau adalah jodoh yang dipersiapkan untuk ku.
Kita sama sama-sama tidak tau, kalau nantinya kau dan aku akan bersama. Bersama bukan hanya berdua, tapi ada keluarga yang kita satukan dan ada jalan yang kita pesiapkan. Ibu dan ayahmu akan menjadi ibu dan ayahku juga, begitupun sebaliknya. Jadi jangan sungkan jika kau nanti mau puang ke mana, kau adalah bagian yang aku temukan dan akhirnya dipersatukan.
Masalah jodoh bukan siapa cepat dia dapat, ini soal kesabaran dalam penantian dan soal keyakinan akan sebuah ketentuan. Pasti kau akan datang bertamu, pasti kita akan bertemu, walau sekarang aku belum tau siapa namamu.
Jodohu bolehkan aku sebut namamu dalam doa, Tapi Allah lebih tau kemana hati ini akan tertuju dan seharusnya berada. Jika yang aku sebut namanya dalam doa tidak menjadi apa yang aku harapkan dan tidak dipersatukan. Kita berharap setiap doa akan semakin mendekatkan dengan yang memiliki takdir dan memberikan kebaikan serta memperkuat keyakinan. Walau kita tidak bisa untuk bersama dan kau bahagia dengan seseorang selain aku.
Rabu, 02 Maret 2016
Saat Ini Aku Lebih Baik Sendiri Dalam Takwa, Daripada Bersama Dalam Dosa
Sendiriku sekarang bukanlah tiada arti. Ada waktu yang bisa aku gunakan untuk terus memperbaiki diri dan mengejar mimpi-mimpi yang sejak kecil aku harapakan. Bukan galau atau bimbang dengan semua keadaan, karena jodoh tidak kunjung datang. Atau tebar pesona di media sosial, agar semua orang tau kalau aku sekarang masih sendiri.
Saat ini aku lebih baik sendiri dalam takwa, daripada bersama dalam dosa. Biarlah jarak di antara kita terisi dengan rindu bersama doa. Lebih baik kau jangan dulu mendekat sebelum siap, karena hati ini akan terasa aneh jika diberi harap. Harapan yang seharusnya kau tanggungjawabkan setelahnya, bukan malah pergi dan menghilang
Nama mu seperti candu, terus terulang dalam otak seperti dzikir walaupun aku tidak pernah memintanya. Mengisi setiap denyut nadi dan hembusan nafas, jujur aku akan tersiksa dengan adanya cinta yang tidak biasa. Cinta yang seharusnya dapat kau pertanggungjawabkan dalam suatu ikatan yang sah.
Jika masih belum berani untuk bertanggungjawab dalam cinta. lebih baik jangan pernah memperkenalkan diri dan membuatku jatuh dalam harap kalau kita akan bersama. Aku masih punya Allah yang akan selalu menjaga, keluarga yang selalu memberi tawa, dan para sahabat yang akan selalu setia.
Jika waktunya tiba, tolong ketuk hati ini dengan sopan. Dengan terlebih dahulu izin pada seseorang yang aku sebut sebagai orang tua. Agar kau tidak aku sebut sabagai pencuri, pencuri hati dalam diam dan membawa sekarung rindu untuk bisa bersatu. Aku hanya wanita biasa yang kadang bisa merasa tak berdaya dengan keadaan dan harus taat pada pilihan orang tua. Tapi aku berharap kau hadir bersama taatku kepada mereka.
Selasa, 01 Maret 2016
Aku Mencintaimu Tanpa Alasan, Tanpa Tapi Dan Tanpa Pertanyaan
Seperti inilah hati seorang wanita, jika sudah memiliki rasa cinta pada dia yang setia. Tidak harus diminta dengan paksa, tidak harus di iming-imingi harta, tidak harus menjadi seseorang yang hebat untuk mendapatkan kata “ ia aku bersedia “. Aku hanya seorang wanita, sama seperti ibu yang sekarang kau cintai. Memiliki hati dan kasih sayang, sebagai alasan untuk menyingkirkan semua rasa ragu untuk bersama-sama melangkah.
Aku mencintaimu tanpa alasan, tanpa tapi dan tanpa pertanyaan. Cukup hadirmu sebagai bukti dan jabat tangan antar pria yang dihadiri banyak saksi bahwa kau sanga mencintaiku. Tangis bahagia bercampur haru, saat kita berdua bersujud meminta restu kedua orang tua untuk bersama-sama menjemput bahagia.
Tidak harus terlihat mewah, yang penting banyak doa yang mengalir untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Bahagia itu ketika ada di sampingmu, menyambut tamu yang hadir membawakan doa serta restu di hari kita. Hari kita berdua, hari akhir dari setiap rindu dan awal dari cerita kita bersama.
Ini hari pertamaku, mengenakan riasan penuh. Hari yang sengaja aku nantikan dan khusus untukmu. Hari ini aku sangat ingin terlihat cantik olehmu. Pleaseeee, jangan tertawa atau komentar tentang penampilanku saat ini. Aku sangat malu, dengan diriku yang tak biasa dan ini semua hanya untukmu.
Aku mohon kepada kau yang ada di sampingku, bimbing aku dengan lembut dan ajarkan segala sesuatu tentang dirimu. Apa yang kau suka,apa yang kau benci, dan sega sesuatu yang aku tidak tau mengenaimu. Aku bukan ibumu, yang mengenalmu dari kecil. Aku hanya wanita yang berusaha belajar menjadi pedampingmu dengan baik.
Entah kenapa sekarang aku sangat bahagia. Bahagia yang melebihi tawa sehingga meneteskan air mata. Bahagia yang dirasakan oleh setiap orang yang datang mendoakan. Bahagia karena aku bisa menjadi pendamipingmu yang sah.
Aku mencintaimu tanpa alasan, tanpa tapi dan tanpa pertanyaan. Karena cinta yang kau berikan adalah bukti bukan hanya sekedar ucapan. Dan aku bahagia ada di sampingmu sekarang, besok, dan nanti sampai ke surga-Nya.
Senin, 29 Februari 2016
Kamu, Adalah Doa Yang Ingin Aku Segerakan
Aku dan kamu bukanlah seperti sepasang kekasih pada umumnya. Tak ada bunga, tak ada kalimat indah bahkan tak ada makan malam bersama. Semua kita lewati begitu saja. Canda, tawa, keluh dan juga kesah semua pernah singgah kedalam hubungan kita.
Kamu, Adalah Doa Yang Ingin Aku Segerakan
Seolah kita saling memendam rasa. Diam tanpa sepatah kata. Aku tak ingin berucap kata cinta kepadamu. Begitu juga denganmu yang seolah masih malu untuk mengungkapkan isi hatimu. Meskipun kerap kali kita terlibat dalam obrolan-obrolan yang seru.
Aku jadi teringat, saat kau menceritakan tentang seorang pria, yang dengan berani mengutarakan kesiapannya untuk mengajakmu kedalam hubungan yang serius, Ya!! Pernikahan. Namun dengan santun kau menolak ajakannya.
Sungguh tak ada sedikitpun terbesit dalam benakku untuk cemburu kepada pria pemberani tersebut. Dengan ceritamu kau berhasil membuatku semakin jatuh hati padamu. Maafkan aku, sebab aku masih belum siap untuk menikahimu.
Mungkin saat ini kau dan aku berada dalam tempat yang berbeda namun kita masih bisa menatap pada langit yang sama. Disini, aku merindukanmu dalam doa.
Percayalah, kamu adalah doa yang ingin aku segerakan.
Langganan:
Postingan (Atom)




